Aira Miranty Dewi ungkap 4 Tatto di tubuhnya serta Novel “Aku Janda Galak Bukan Jablay” merupakan kisah hidupnya 14 Tahun menjanda.

Aira Miranty Dewi dengan Tatto Crown dan Bunga di kedua lenganya

Pedangdut Aira Miranti Dewi yang dikenal panggilan Ranty dengan lagunya dan juga Novel best seller nya “Aku Jalak bukan Jablay” Novel berkisah tentang kehidupan dan pengalaman pribadi si penyanyi sebagai seorang janda 2 kali. Dan, Miranty kini sudah menggores 4 gambar Tatto di tubuhnya dimana setiap gambar mempunyai filosofi serta makna dalam perjalanan hidupnya, hal tersebut serta merta dia ungkap tabir 4 Tatto ketika di temui fotoaktris di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (25/3/2013).

Aira Miranty Dewi dengan Tatto Geisha di Punggungnya

Awalnya suka Tatto, “Karena Tatto sebagai inspirasi, sebagai symbol pengingat bila kita menjalani hidup sehari-hari dimana Tatto selalu kita tengok tanpa kita sadar bahwa betapa indahnya gambar Tatto di tubuh kita memiliki makna sebagai symbol mengingatkan kita, Tatto selalu membuat hidup menjadi nyaman” tukas Ranty. Tatto pertama Ranty gores gambar Bunga, “Keindahan dan maunya saya Tatto itu bisa saya pandangin. Tatto untuk saya nikmati, sendiri bukan untuk umum” jelas Ranty. Tatto kedua Ranty gores gambar Geisha ke tubuhnya, “Saya merasa status saya sama dengan Geisha nama saya teteb dianggap aib oleh masyarakat. Padahal saya bukan dari keluarga sembarangan. Dan, saya bekerja bener. Sampe saya menikah pun pasti status janda saya melekat konotatif jelek” keluh Ranty. Tatto ketiga Ranty goreskan gambar Crown, “Bagi saya itu lambang ‘bijaksana’ dalam menjalani kehidupan ini” harapnya selalu. Dan terakhir Tatto yang di tempatkan di kaki kiri bagian bawah bergambar Naga, “Merupakan lambang ‘kemakmuran’ semoga rejeki yang saya dapatkan merupakan rejeki yang halal. Dan Naga juga lambang ‘kewibawaan” tegas Ranty sambil tersenyum penuh wibawa. Dari 4 Tatto di tubuh Ranty, menurutnya gambar Geisha lah yang termahal yakni “Saya harus keluarkan uang Rp.4 Juta” tegasnya yang khusus di pesan dan di gores di STC Senayan.

Ranty berhasil lulus menempuh pendidikan di Akademi Pariwisata Trisakti 1992-1993. Pengalaman kerja di awali dari Asuransi Tempo Life, agen penjualan, 1995-1996. Kemudan pindah ke Tri Megah Sekuritas, staf pemasaran korporat, 1996-1998. Kejenuhan dengan pekerjaan ia sempatkan untuk terjun pada Elite Model Look Indonesia, share holder, 1998-1999. Kemudian kembali bekerja di terima pada Bahana Sekuritas, sebagai manajer divisi equity, 1999-2000. lalu pindah ke Danareksa Investment Management, associate director, 2000-2005.lanjut ke PT Optima Kharya Capital, senior VP marketing, 2005-2008. Mirantypun jenuh lagi dengan kantoran dan, menggeluti dunia Butik serta fashion, sebagai pemilik, 2008-2011. Dan, terakhir Miranty mencoba berkarier pada PMA Investment Advisors Ltd Hongkong, konsultan, 2011-sekarang.

Aira Miranty Dewi dengan detail Tatto Naga di Kaki Kirinya

Namanya melejit di sejumlah radio dan televisi lantaran lagu yang berjudul Aku Jalak Bukan Jablay menempati posisi teratas. Lirik lagu yang dibilang menggelitik ini sudah akrab di telinga para pencinta musik Indonesia. “Awalnya enggak nyangka, ternyata lagu itu banyak yang suka, mungkin juga karena liriknya mudah diingat. Saya memang janda, tapi saya janda jalak (janda galak) bukan jablay,” tukas putri pasangan Wawang S Soemadidjaja dan Imas ini.


Aira Miranty Dewi penulis Novel Aku Jalak Bukan Jablay

Janda bertato kelahiran, Surabaya 16 April 1973 ini sudah masuk dalam daftar nama Novelis yang mulai diperhitungkan para penerbit dan juga produser film. Sebagai novelis “Satu kali langsung top best seller” ujarnya bangga. Sebagai penyanyi dangdut Miranty tak diragukan lagi bahwa lagu hits nya “Aku Jalak bukan Jablay” sudah pernah menempati posisi teratas di sejumlah radio terkemuka di Jakarta. Kini Ranty tengah sibuk menulis novel kedua yang hingga kini masih ia rahasiakan judulnya.

Aira Miranty Dewi dengan Novelnya Aku Jalak Bukan Jablay

Apa yang membuat Janda 2 anak ini kini rajin menulis, Ranty menulis kisah hidupnya demi memberi motivasi kepada wanita yang menyandang sebagai seorang janda seperti dirinya. “Novel saya bukan bacaan remaja, tapi untuk orang dewasa. Saya berharap pembaca bisa mencerna secara dewasa dengan pikiran luas dan positif,” ujar Ranty, lebih jauh Ranty mengungkapkan niat menulis kisahnya, “Awalnya di rumah aku suka diledekin Jalak-Jalak gitu,” tutur ibunda dari Alfa Lazuardi Putra (16) dan Daffa Aulia Putra (9). “Novel ini kisah perjalanan hidup saya 14 Tahun sebagai single parent. Karena saya sempat depresi menyandang predikat sebagai seorang janda, makanya saya harus menceritakan aib dan itu harus diceritakan ke masyarakat,” kilah Ranty.

Aira Miranty Dewi Novelnya Aku Jalak Bukan Jablay

Lingkungan disekitar kehidupan Ranty lah yang membuatnya, “Kemudian jadi inspirasi ingin menulis buku. Jadilah Novel, lalu Novel tersebut saya coba nyanyikan dengan membuat syairnya sesuai roh dari Novelku. Kemudian ku tawarkan ke produser, “Saya ke Aquarius, saya kaget karena lagunya kok dangdut. Ini pertama kalinya Aquarius punya artis dangdut kali ya” canda Ranty. “Tapi Jujur ya, awalnya saya buat novel dulu baru lagu. Lagu Ini juga ide gila aja. Karena pikir lucu aja jika judul novel dijadiin lagu” tambah Ranty. Merasa begitu Ranty yakin semua orang suka lagu dangdutnya. Nyatanya Produser suka dan, “Gak nyangka ternyata masyarakat suka dengan lagu saya itu” tukasnya. Setelah sukses dengan Novel dan Lagunya ia berharap karyanya itu bisa dijadikan sebuah film. “Mas tawarkan saja ke produser film yang mas kenal. Ya boleh silakan dengan senang hati, jika buku dan laguku diangkat ke dunia layar lebar,” tandas Janda cantik ini.

Aira Miranty Dewi & Maia Estianty dan Olga Saputra

“Aku jalak bukan jablay” boleh jadi merupakan kalimat hak paten Aira Miranty Dewi, “Itu cerita pribadi yang orangnya msh hidup”, tegasnya. Ranty kemudian menceritakan perjalanan hidupnya 2 X mendapat predikat seorang janda yang ‘pemarah’, “Itu karena saya sbg senior Vice Presiden, saya bekerja di kapital market, dan saya sering diperlakukan tidak adil oleh temen-temen kantor yang selalu salah aja kalau janda maju” tambah Miranty tegas.

Aira Miranty Dewi & Maia Estianty

“Aku jalak bukan jablay” boleh jadi merupakan kalimat hak paten Aira Miranty Dewi, “Itu cerita pribadi yang orangnya msh hidup”, tegasnya. Ranty kemudian menceritakan perjalanan hidupnya 2 X mendapat predikat seorang janda yang ‘pemarah’, “Itu karena saya sbg senior Vice Presiden, saya bekerja di kapital market, dan saya sering diperlakukan tidak adil oleh temen-temen kantor yang selalu salah aja kalau janda maju” tambah Miranty tegas.

Aira Miranty Dewi Novelnya Aku Jalak Bukan Jablay di lirik Produser Film

Novel best seller yang tengah dilirik Shankar RS (46 tahun) serang produser film yang dikenal sebagai pemilik perusahaan film Indika Entertainment yang kerap memproduksi film dengan genre horor. Shangker memang sedang mencari penulis yang ceritanya bisa di jadikan Film Layar Lebar, “Novel si jalak, shangker melirik – melihat cover nya sudah tertarik” ujar Ranty bercerita. “Temen di salah satu PH meeting dengan Shangker , di tengah meeting Shangker tanya apakah diantara kalian ada yg punya teman sedang membuat novel …kebetulan sekali … teman ku itu langsung hubungi aku – waktu itu aku sedang berada di taxi mau ada urusan pribadi… langsung meluncur deh ke jln lombok… langsung tanpa basa basi sdh tertarik aja. . . apalagi pas saya ngobrol ama dia seneng lah dia ama type seperti saya yg sangat inspiratif dan memiliki semangat 45″ akunya Ranty, kemudian apakah shangker sudah mengiyakan untu segera di garap ke layar lebar, “tapi belum kasih angka kali aja gak cocok . . . meskipun secara pribadi sudah punya angka. kalo produser kepengen angka dari saya dia beli pasti” tutur Ranty yakin dan mantep. (Yul Adriansyah)

Yul Adriansyah AR

About matvisual

Beauty, Peace, Honesty, Openness, Diversity. . . Fotoaktris : Music, Arts, Culture, entertainment and Lifestyle Follow your heart, your life purpose, your soul's journey - wherever it may lead for this is your life path. Magic happens when you follow your inner divinity, transforming challenges into opportunities if you but embrace with grace all that happens, accepting that all that happens- does so for a reason that enhances your spiritual evolution. Love effortlessly flows when it radiates from within - when faith is omnipresent. Be the miracle that you were born to live & share the love that you are in all you do, think, say & feel Hati adalah Sahabat sejati yang tak pernah mengingkari, membohongi pemiliknya. Kepada hati katakalah selalu apa yang terbaik bagi diri kita sendiri agar dilaksanakan fikiran bawah sadar kita, oleh karena itu janganlah engkau membohongi diri dan mengingkari hati nurani jika tak ingin menjadi insan yang merugi. Jadilah diri sendiri.

Leave a Reply