‘Duo Sabun Colek’ lahir dari ‘Pahlawan Devisa’ PRT Hong Kong

Kiki, Sandy Sulung dan Dina,  difoto fotoaktris, Senin,  8 Juli 2013  di Selebritis Coffe, kantor Positif Art, Jl. Jambore, Cibubur Jakarta.

Ini kisah nyata dua Tenaga Kerja Indonesia (wanita) yang mengadu nasib, bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Hong Kong, cerita perjalanan hidup insan manusia yang mengundang simpati, kini mereka berduet menjadi penyanyi dengan sebutan “Duo Sabun Colek”. Berdua ingin dikenal lewat karya ketimbang kisah pilu perjuangan sebagai ‘Pahlawan Devisa’ demi menyambung hidup untuk orang tua dan masa depan adik2 mereka. Kedua TKW tersebut masih gadis bernama Dina dan Kiki, dijumpai fotoaktris Senin (8/7), di Selebritis Coffe, kantor Positif Art, Jl. Jambore, Cibubur Jakarta. Sepengakuanya berdua, mereka di”gaet” untuk menjadi penyanyi (keinginan seorang Produser dari Manajemen Artis ternama dibawah bendera bernama Positif Art), saat mereka berdua sedang asik menonton konser musik di Victoria Park, Hong Kong. “Kami berdua sedang bergoyang, asik menikmati konser Faang ‘Wali Band’. Tiba-tiba ada lelaki yang mengikuti kami, lalu ngikutin terus berusaha mendekati, kemudian menghampiri kami, dan kami berkenalan. Dengan pedenya dia mengaku sebagai produser di Jakarta, dan dia juga bilang sebagai pimpinan manajemen artis” ujar Dina salah satu TKW cantik bertubuh “semok” asal Ngawi . Ternyata, lelaki yang mencoba mendekati kedua TKW tersebut tak lain tak bukan adalah, Sujana (pimpinan Manajemen Artis Positip Art).

'Duo Sabun Colek', Dina  difoto oleh fotoaktris, Senin,  8 Juli 2013  di Selebritis Coffe, kantor Positif Art, Jl. Jambore, Cibubur Jakarta.

Kiki Syarah (Duo Sabun Colek)  difoto fotoaktris, Senin,  8 Juli 2013  di Selebritis Coffe, kantor Positif Art, Jl. Jambore, Cibubur Jakarta.

Awalnya Dina dan Kiki heran dan takut melanjutkan pembicaraan dengan lelaki yang baru mereka kenal, alasanya Dina, “Saya takut jika ternyata dia ‘penculik’ apalagi dia pake nawarin kita segala ‘Apa mau kamu jadi penyanyi’? Kamu asli mana? Sudah gitu, aku nggak percaya saat dia bilang sebagai manajernya ‘Wali Band’ segala. Pikir saya orang itu kayaknya ingin mencoba nyulik kami berdua,” ujar Dina yang membuatnya terkesan hingga kini.

Pengakuan Dina itu di iyakan oleh Kiki Syarah gadis cantik asal Garut, Jawa barat yang mengaku, “Tanpa ragu-ragu dia menawari , mau nggak nyanyi? Awalnya kami kira bercanda, eh ternyata benaran,” ungkap Kiki berdua dengan Novi sebagai PRT satu majikan bekerja sebagai PRT di Hong Kong. Ungkapan Kiki tersebut membuat Dina menjadi teringat, pada waktu itu ia sebagai wanita yang tak mudah cepat percaya kepada orang yang baru ia kenalnya. Dengan matanya sedikit keluar air mata , Nampak matanya berkaca-kaca Dina bercerita kisah selanjutnya, “Mana mungkin orang seperti saya menjadi artis, untuk jadi penyanyi saja suara saya pas-pasan, kebayang deh pasti modalnya nggak sedikit. Mana mungkin lah orang seperti saya ini yang sekarang bekerja sebagai pembantu rumah tangga menjadi artis. Saya ini ‘ndeso’ loh” lirih Dina terkenang sambil mengusap air mata yang mengalir dipipinya pada kesempatan bertemu dengan para wartawan rilis Album mereka.

Duo Sabun Colek (Dina dan Kiki) ' unjuk gigi' di depan para wartawan, Senin,  8 Juli 2013  di Selebritis Coffe, kantor Positif Art, Jl. Jambore, Cibubur Jakarta.

'Duo Sabun Colek' Kiki dan Dina difoto fotoaktris, Senin,  8 Juli 2013  di Selebritis Coffe, kantor Positif Art, Jl. Jambore, Cibubur Jakarta.

Tak disangka tak diduga kedua TKW yang sebelumnya bekerja mencuci pakaian, menjaga orang tua, menjaga anak bayi, mengepel, bersih ini itu pendeknya menjadi PRT di Hong Kong. Dari ratusan ribu Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia, Kiki dan Dina beruntung berkesempatan untuk ,menggeluti dunia tarik suara. “Tapi ini kan kesempatan emas, jadi kami terima,” ujar Kiki yang diikuti juga oleh Dina pada akhirnya..

Sepengetahuan fotoaktris, Kiki lebih dulu di boyong kembali ke Indonesia oleh sujana, Kiki pun langsung dipersiapkan sebagai penyanyi. Dan, single lagu yag pas untuk Kiki dibuat khusus oleh teman Sujana (yang merupakan kakak dari seorang pemyanyi dangdut ternama) namun, hingga kini tak berlanjut, meskipun Sujana sudah berusaha mencoba merilis single buat Kiki. Karena sesuatu hal maka pada akhirnya tak ada berlanjut tak ada kabar beritanya lagi.

'Duo Sabun Colek' merilis Album pertama berjudul Gatel 3X, Senin,  8 Juli 2013  di Selebritis Coffe, kantor Positif Art, Jl. Jambore, Cibubur Jakarta.

Tak berapa lama Kiki gagal merilis Singlenya. Maka Dina pun menyusul Kiki ke Jakarta yang tadinya Dina masih ragu dengan Sujana. Sekembali Dina ke tanah air, ia bertekad untuk berkarier menjadi penyanyi sesuai saran Sujana, keraguanya pupus berkat Kiki yang sering menginformasikan bahwa dirinya memang sudah menjadi seorang penyanyi sesuai saran Sujana, meskipun Kiki gagal merilis Single pertamanya, hal itu bukan karena Kiki nya yang menjadi penyebabnya, melainkan masalah teknis, hal lain di dalam tubuh Manajemen Positip Art. Dengan bertemunya kembali Kiki dan Dina di Jakarta, mereka pun berdua disatukan Sujana dalam duet bersama diberi nama “Duo sabun Colek”, “Om Jana telah meyakinkan saya, telah membuktikan ucapanya, janjinya dia tepati. Pada waktu pertama kali saya bertemu Om Jana, juga ragu, karena saya takut pada orang yang baru saya kenal, saya juga ragu pada diri saya pada saat itu. Apa mungkin orang seperti saya bisa menjadi seorang artis penyanyi. Sekarang seperti mimpi jadi kenyataan, seakan tak percaya, sudah duduk bersama dengan idola saya Faang Wali (yang disambut dengan senyum Faang), Dan, tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada yang sering membantu kostum yang dibuat khusus oleh perancang busana Jerry. Juga terima kasih banyak buat Om Jana yang telah merilis album single ini” ujar Dina. Sebelum merilis album bersama kiki, Dina sempat di temui fotoaktris disaat senggang proses pembuatan video Klip Single Album Silvana Herman di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (6/6/2013) yakni syuting video klip “Bang Toyib Mabuk Janda”. Dina hadir sendiri tanpa pasanganya Kiki, mengungkapkan bahwa dirinya dan Kiki membentuk duo bernama Sabun Colek. Sangat beralasan dalam hal pemiliham nama ini karena berhubungan dengan profesi mereka sebelumnya. “Namanya juga sabun colek, setiap hari bertemu sabun merupakan pelengkap bila kami nyuci baju, nyuci piring, ya begitu deh,” ujar Dina yang mengaku datang usai dari latihan olah vokal, tari hingga mental.

Dina 'Duo Sabun Colek' difoto fotoaktris, Senin,  8 Juli 2013  di Selebritis Coffe, kantor Positif Art, Jl. Jambore, Cibubur Jakarta.

Dan rupanya “Duo Sabun Colek” telah menjalani syuting untuk video klip single perdana mereka yang diberjudul Gatel-gatel-Gatel (Gatel 3X) di kawasan Pluit, Jakarta Utara, pada Jumat (24/5) lalu. “ Lagu Gatel 3X. merupakan lagu yang menceritakan tentang cowok sering berselingkuh ‘playboy’ gitu” ungkap Dina. Uniknya, pemilihan nama Sabun Colek memiliki kaitan dari profesi mereka semasa di Hongkong. “Tadinya mau Duo Kopi Susu, karena satu hitam satu putih, tapi kurang greget,” jelas Dina mengharapkan kehadiran mereka bias menghibur masyarakat sekaligus meramaikan industri musik Tanah Air.

Vokalis Wali Band, Fa’Ang datang pada acara peluncuran Album “Duo Sabun colek” menyemangati dan memberikan pengalamanya tentang awal memulai berkarier di bidang musik tak jauh beda seperti yang dialami “Duo Sabun Colek”. Namun Wali bukan sebelumbya bukan sebagai TKW. Penjelasanya hingga “Wali” menjadi penyanyi seperti sekarang ini, bagi Fa’Ang “Nyaris sama lah dengan yang kami alami pada ‘Wali band’ saat pertamakali terjun ke dunia tarik suara. Terus terang, saya pribadi pernah mengalami kehidupan tidak jauh berbeda dengan apa yang dialami oleh “Duo Sabun Colek”. Bedanya cuma ‘Wali Band’ tidak pernah jadi ‘Pahlawan Devisa’. Tapi kalau nyuci, pernah waktu kami di pesantren,” ungkap Fa’Ang. Beda lainya adalah, “Saya salut dengan kisah perjalanan Dina dan Kiki., mereka berani meninggalkan pekerjaan mereka – lalu mengejar impian yang sekarang menjadi penyanyi professional. Sungguh luar biasa, sekarang berani berhadapan dengan produser, berhadapan dengan audience / orang banyak, tidak lagi berhadapan dengan majikan. Yang menemukan dua cewek cantik mantan TKW ini punya kesaktian ‘mencari talenta’ mengalahkan kesaktian Eyang Subur. Sama halnya waktu Wali muncul di Industri musik, juga berkat om Jana,” ungkap Fa’Ang.

'Duo Sabun Colek' bersama perancang busana difoto fotoaktris , Senin,  8 Juli 2013  di Selebritis Coffe, kantor Positif Art, Jl. Jambore, Cibubur Jakarta.

Fa’Ang menyemangati 2 personel “Duo Sabun Colek” Dina dan Kiki, agar terus belajar dan tidak pernah berhenti “Dalam dunia entertain itu tidak mudah, mempertahankan eksistensi nama “Duo Sabun Colek” itu saja menjadi tantangan tersendiri. Sewaktu berdua menjadi TKW di Hong Kong saja sudah butuh perjuangan yang sangat luar biasa. Nah sekarang, untuk menyatukan dua orang yang memiliki perbedaan tentu butuh kesabaran. Asah terus jangan berhenti berkarya,” tutur Faang berharap pada “Duo sabun Colek” yang kini telah mewarnai industry music di tanah air Indonesia.

Fa' Ang 'Wali Band' diapit Dina dan Kiki (Duo Sabun Colek) Senin,  8 Juli 2013  di Selebritis Coffe, kantor Positif Art, Jl. Jambore, Cibubur Jakarta.

Dina dan Kiki terharu mendengar saran dari Fa’Ang. Yang langsung mengucapkan, Terima kasih Om Fa’Ang sudah datang. Dan, Om Jana yang telah berhasil meyakinkan kami berdua untuk menjadi penyanyi. Jujur, karena saya dari kampung – orang nggak punya bakat seperti yang lain, karena niat Dina hanya ingin bekerja dan menyekolahkan adik awalnya. Tapi, Alhamdulillah sekarang saya bersyukur bisa seperti ini,” tutur Dina terisak merasa terharu atas anugerah yang telah Tuhan berikan kepadanya. Dina dan Kiki pun unjuk penampilan menyanyikan lagu “Gatel 3X’, goyangan mereka berdua boleh diacungkan jempol, keberanian menggerakan jari kedua telunjuk menurutnya, ‘bukan jari tengah ya yang di gerak2kan, karena kalau gatel biasanya kebanyakan orang menggunakan jari telunjuk” tegas Dina. “Tapi walaupun kami pernah menjadi TKW, kami selalu berusaha. Kami juga punya goyangan, tapi nggak harus mengumbar keseksian,” tambahnya. Kiki pun mengaku optimis, duet bersama Dina yang merupakan perpaduan karakter vokal mereka bakalan bisa menarik perhatian masyarakat. “Pengalaman-pengalaman sebelumnya, kemarin dan sekarang ini selalu dijadikan semangat untuk penampilan berikutnya agar kami (Duo Sabun Colek) bisa lebih maju lagi,” tutur Kiki. Dan, “Suatu saat pabila kami (Duo sabun Colek) harus kembali lagi (ke Hongkong), sudah tpasti tentunya bukan lagi menjadi atau sebagai TKW, melainkan sebagai penyanyi yang akan menghibur, member semangat bekerja untuk teman-teman (Pahlawan Devisa) harap Dina dan Kiki . (Yul Adriansyah)

Yul Adriansyah AR

About matvisual

Beauty, Peace, Honesty, Openness, Diversity. . . Fotoaktris : Music, Arts, Culture, entertainment and Lifestyle Follow your heart, your life purpose, your soul's journey - wherever it may lead for this is your life path. Magic happens when you follow your inner divinity, transforming challenges into opportunities if you but embrace with grace all that happens, accepting that all that happens- does so for a reason that enhances your spiritual evolution. Love effortlessly flows when it radiates from within - when faith is omnipresent. Be the miracle that you were born to live & share the love that you are in all you do, think, say & feel Hati adalah Sahabat sejati yang tak pernah mengingkari, membohongi pemiliknya. Kepada hati katakalah selalu apa yang terbaik bagi diri kita sendiri agar dilaksanakan fikiran bawah sadar kita, oleh karena itu janganlah engkau membohongi diri dan mengingkari hati nurani jika tak ingin menjadi insan yang merugi. Jadilah diri sendiri.

Leave a Reply